aku akan terus menunggu...
sampai suatu hari kamu tahu isi hatiku...
- NickoaLDo -

Sederhananya, kita dikasih daya ingat ya digunakan untuk belajar. Belajar dari kesalahan di masalalu, supaya tidak jatuh lagi ke lubang yang sama di masa depan.

4 weeks ago
0 notes | Comment

Sekilas

Hai semu,

Aku kalah menjaga kesepakatan kita bahwa ini hanya akan melelahkan dan menyakitkan. Aku diam-diam membiarkanmu masuk ke ruang tamu di hatiku, mempersilakanmu duduk, berbincang sedikit tentang cinta dan sejak saat itu wangi tubuhmu memenuhi sudut-sudut ingatanku. Tutur bahasamu, tertawamu, kacamatamu. Aku mulai menginginkanmu sekaligus ingin menjadi apa yang kauinginkan.

Bahkan untuk tahu kita ini apa dan akan bagaimana, di sana ada ketakutanku kehilanganmu. Aku hanya ingin menjadi sandaran ternyaman bagimu, meski di dalam hatimu, ruang untukku begitu sempit, gelap, tak terlihat. Iya, aku nyaman dengan ketidakjelasan kita. Di mana aku bisa terima, masih ada bayang dirinya, yang telah lebih dulu menemani langkahmu. Melupakannya, jelas bukan keahlianmu.

Jika suatu hari nanti, hidupmu tak bisa lagi melaju kecuali dengan meninggalkanku, pastikan telingamu terbiasa tanpa kabar dariku. Maka aku akan tersenyum, menikmati lagi tahap demi tahap perkenalan kita di kala sebelumnya. Biar waktu yang menggerogoti kenangan itu hingga habis.

Kau adalah sekilas, yang tak kumengerti caranya untuk membuatmu singgah sedikit lebih lama.

2 months ago
0 notes | Comment

I miss you, G. there are times when I miss you, even when I had someone new. It’s not because you’re the best, but because we made memories together.

2 months ago
0 notes | Comment
1 play

Seneng banget sama Voice Note ini

3 months ago
0 notes | Comment

Please Come back to me.

Saya nggak tau mau nulis apa sebenarnya.

Di kepala saya cuma… Saya mau bilang kalau…

Saya cinta kamu,
Lahir batin.
Dunia akhirat.
Secinta itu.

Kamu bagian paling manis yang pernah ada, datang dan menetap di hidup saya.
Kamu satu-satunya yang membuat saya percaya bahwa saya akan menghabiskan seluruh waktu yang Tuhan kasih bersama kamu.

Saya akan tumbuh dengan kamu,
Mendampingi kamu dan berusaha menjadi pria terbaik.
Saya ingin kamu tau kalau…
Iya, saya secinta itu sama kamu.

Terima kasih untuk keyakinannya bahwa bersama saya kamu akan bahagia.

4 weeks ago
0 notes | View comments

Aku Rindu Hari Itu. Boleh?

“Jangan ngeliatin aku. Aku jelek.”, ujarku. Kuraih dagumu untuk mengarahkan pandanganmu ke hal-hal lain di sekitar kita.

“Cantik, kok.” , katamu penuh senyum. Senyum yang teduhnya amat kuhafal. Kau lagi-lagi memandangiku. Aku mengerti, waktu kita tak lebih dari lima kali putaran lagu kesukaanmu. Sebelum akhirnya aku harus menunggu lagi, untuk bisa menikmati senyummu lebih dekat.

“Badanku gendut, pipiku tembem dan jerawatan. Hidungku pes..”

“Aku suka.”, kau memotong kalimatku sambil mengusap kepalaku. Aku terdiam. Toh, aku hanya mampu terdiam. Meresapi nyaman yang kau alirkan lewat tanganmu yang hangat.

Selamat malam, Rindu

Ingatkah kau pada bangku kayu, rerumputan yang basah dan kemeja lengan panjang yang kau gulung hingga siku di hari itu?

Sebelumnya, kata “kita” tak pernah kumaknai sedalam ini.

Ini rinduku yang kuikhlaskan, atas malam demi malam yang kau lewatkan di sampingnya, wanita beruntung yang berkesempatan memilikimu.

2 months ago
0 notes | View comments

Tak Bisa Tak Terlalu Mencintaimu

“Jangan terlalu mencintaiku. Cintai dirimu sendiri.”, begitu pesanmu. Agar aku tak terlalu sakit ketika merindumu, menginginkanmu terlalu dalam atau sakit lainnya yang bersumber dari kecintaan keterlaluanku terhadapmu.

Haha. Aku tertawa dalam hati. Kamu orang pertama yang meminta hal itu. Aku bahkan tak pernah terpikir untuk meminta orang yang aku cinta (kamu) untuk tak begitu cinta aku.

Kamu tau rasanya menjadi gerimis yang tak pernah bisa memiliki hujannya sendiri? Seperti bernapas dalam ruang hampa udara. Seperti bernyawa tapi tak memiliki hidupku sendiri. Seperti berkehendak tapi bukan untuk apa yang sebenarnya aku mau.

Lalu kamu datang dengan segala kenyamananmu. Di mana denganmu, kepura-puraanku tak ada harganya lagi. Menjadi aku yang benar-benar aku. Melakukan apapun yang membahagiakan. Berada di titik ini, sekarang, bersamamu. Pelarian terindahku dari segala tuntutan dan paksaan.

Memintaku tak terlalu mencintaimu? Maaf, tapi itu sulit.

2 months ago
0 notes | View comments

Kuliaah Ooohh Kuliah

  Ada satu hal yang dilupakan mahasiswa yang suka demo, yaitu Ariel. Seharusnya Ariel ini di-demo karena lagu yang dipopulerkannya. Ingat lagu yang berjudul “Tak Ada Yang Abadi”? Ini suatu bentuk penghinaan besar menurut gue. Dia seenak-enaknya bilang tak ada yang abadi, sementara ya, masih banyak mahasiswa abadi di negeri ini. Fyuhh..


Kuliah oh kuliah.. Jujur, memilih untuk melanjutkan pendidikan ke universitas itu bukan didorong oleh passion gue, tapi rasa takut gue. Rasa takut kalo nggak sarjana, gue susah dapet kerja. Kalo gue nggak kerja, gue nggak punya duit. Kalo gue nggak punya duit, gue susah dapet cewek. Lah kalo gue nggak ada cewek, berarti gue jomblo. Kalo gue jomblo, gue kesepian. Kalo kesepian, pasti kerjaan gue kebanyakan bengong. Nah ini yang bahaya! Kalo gue bengong, gue bisa kesurupan setan. Coba lo bayangin, gara-gara lo nggak kuliah, lo bisa kesurupan setan. Ngeri banget, kan??! 

Waktu itu gue ketemu temen yang udah sarjana. Ngeliat dia, gue cuma bisa nunduk. Kalo nggak nunduk, nggak keliatan soalnya. Gue lebih tinggi. #apasih Tapi sedih sih, karena sampe sekarang gue belom sarjana. Mungkin ini bukti rasa cinta gue kepada pendidikan, di mana gue ingin kuliah terus seumur hidup gue. :/ Kalo orang udah wisuda, itu enak yah.. Orang nanya apa, pasti jawabannya ada wisuda-wisudanya. Contoh:

“Bro? Lagi di mana lo?” | “Lagi di rumah nih. Kemaren abis wisuda.”

“Bro? Apa kabar lo?” | “Baik. Kemaren baru aja abis wisuda.”


Biar nggak ditanya soal wisuda, bodo amat ya. “Kemaren abis wisuda” adalah semacam #fyiaja, bonus informasi tiap ada yang nanya apapun. Tapi gue pikir, ada satu hal yang menurut gue janggal dari yang namanya wisuda, jadi sarjana. Coba lo pikir… Kenapa harus pake toga?? Ini baju yang paling nggak jelas yang pernah gue liat. Apa hubungannya dengan lo lulus kuliah, terus disuruh pake busana ibu-ibu hamil? Pertama kali ngeliat orang pake toga, gue ngiranya vampire Cina. Kenapa nggak biasa aja sih ya… Pake aja kemeja putih, celana bahan, udah. Itu lebih simple. Ya cuma untuk mewarnai nuansa kelulusan, kemejanya boleh dipilok-pilok gitu. Seenggaknya itu kan lebih nyambung.

Sarjana adalah gelar yang membanggakan. Tapi nggak juga lo taro gelar nama lo di Facebook atau Twitter sih menurut gue. Kayak waktu itu ada yang nge-add gue, nama Facebook-nya “Icha Suka Boneka SE.” Ini apa???!! 

Bagi para cowok, sarjana adalah hal yang meningkatkan poin plus di mata calon mertua. Ketika calon mertua lo tanya kuliah di mana, lo bisa jawab,  ”oh saya udah lulus, Om.” Tapi ternyata, jadi sarjana bukan berarti harus berakhirnya perjuangan. Lo harus cari kerja, kirim CV ke sana kemari, cari lowongan, tanya-tanya temen, atau mulai mikirin modal buka usaha. Gue percaya, kebanyakan orang milih kuliah adalah biar gampang dapet kerja dan mendapat pengakuan. Yang memilih kuliah karena memang didasari oleh kecintaannya terhadap suatu ilmu mah boro-boro…. Nah sekarang gue tanya? Mending mana, cowok cari pacar dulu apa cari kerja dulu?? Kalo gue lebih setuju cari pacar dulu. Sekarang gini.. Kalo lo cari kerja dulu, terus lo dapet kerja, terus lo mapan dan sukses, cewek pasti antre untuk jadi pacar lo. Itu enak kedengerannya. Cuma gue yakin, lelaki sejati itu tidak suka mendapatkan sesuatu dengan mudah, apalagi mendapatkan hati seorang perempuan. Ia pasti ingin melihat ketulusan, rasa cinta yang benar-benar datang dari hati kepada hati. Makanya menurut gue, untuk cari pendamping, carilah sosok yang mampu mendampingi lo di saat lo masih merintis, berjuang, jatuh bangun meraih mimpi lo. Itu baru top! Tau top?? Lawannya bottom. :/

Emang sih, cewek bakal milih cowok yang udah kerja daripada yang pengangguran. Itu realistis yang bagus. Gue setuju. Tapi sebelum itu, seorang cewek pun perlu jeli dalam melihat potensi di dalam diri seorang cowok yang disayanginya, membantunya mengembangkan potensi itu. Sebab rasa sayang adalah juga keinginan yang tinggi untuk membantu dan mendampinginya mencapai mimpi-mimpinya. Banyak loh cewek yang akhirnya nyesel karena ngeliat mantannya tiba-tiba udah berhasil. Itulah benar adanya suatu kalimat yang mengatakan, “di balik lelaki yang sukses, terdapat mantan yang menyesal.” Nah kalo cowok yang nganggur, nggak kerja, seromantis-romantisnya tu cowok pas ditanya lagi sibuk apa, paling jawabannya mentok di “aku lagi sibuk mikirin kamu.” Nah ini hati-hati sama mulut-mulut manis seperti ini.

Ngomong soal pekerjaan, banyak orang beranggapan kalo profesi seseorang bisa dilihat dari penampilannya. Iya sih. Kalo lo liat cewek tinggi, langsing, fashionable, lo pasti bisa bicara dalem hati, “wah ini cewek pasti model.” Terus kalo lo liat cowok pake kemeja, dasi, celana bahan, pasti yang ada di pikiran lo, “wah ini cowok pasti esmud nih..” Kecuali kalo cowok itu pake kemeja, dasi, celana bahan, tapi resletingnya dibuka, itu kemungkinan dia adalah esmud merangkap jomblo desperate. Lain lagi kalo lo liat ada yang nyengirnya rada lebay, rambut dikuning-kuningin nggak jelas, terus kelingkingnya ngetril, jalan bergerombolan, lo bisa seenaknya nuduh dia anggota boyband. 

Tapi itu semua beda sama gue. Dengan penampilan gue yang seperti ini, susah untuk orang bisa menilai kalo gue adalah seorang penulis. Yaiyalah! Ngeliat gue, orang pasti ngiranya gue cover boy. Susah juga. Makanya kalo ngeliat presiden SBY, gue ngerasa senasib juga sama dia. Coba lo bayangin kalo misalnya lo nggak tau SBY itu presiden, terus tiba-tiba lo ngeliat dia jalan di mall. Bayangin… Tinggi, badan gede, mata celong kayak kurang tidur.. Ini apalagi kalo bukan sekuriti diskotik??

Yah.. Beruntung juga sih gue. Semangat cari uang udah gue dapetin dari semenjak gue SMA. Walau sekarang pun belom lulus kuliah, ada banyak mimpi gue yang bisa gue capai, dan gue pun udah bisa kerja dan cari uang sendiri. Bukan berarti gue bilang kuliah itu suatu kepercumaan. Tapi langkah yang diambil seseorang pun tergantung sama keadaan hidupnya. Rencana sih nanti gue pengen nerusin kuliah lagi, jadi sarjana, tapi nggak mau pake toga tentunya. Pake kemeja aja sama celana bahan, tapi ya gitu kemejanya dipilok-pilok.

Sekian dari gue Key tengs bai.
2 months ago
0 notes | View comments

A raisin is a grape that’s lost the will to live.

3 months ago
0 notes | View comments