aku akan terus menunggu...
sampai suatu hari kamu tahu isi hatiku...
- NickoaLDo -

— untuk sebuah puisi —

Untuk menulis sebuah puisi, aku cukup meletakkan kau di sudut kepala.

untuk menyalakan matahari di sebuah puisi, aku cukup melihat senyum dan tatapmu yang cinta.

untuk melihat sehimpun kupu-kupu berkunjung di sebuah puisi, aku cukup menatap senyummu di pigura tua di kamarku.

untuk gerimis di sebuah puisi, aku cukup mengingat lambaian tangan dan punggungmu yang hilang di ujung jalan.

untuk kau, aku terus menulis—mencatatkan segala dalam puisi

9 months ago
0 notes | Comment
Bahkan untuk hal-hal sederhana yang begitu mudah kau lupakan, aku sangat merindukannya.

setiap malam, aku tertidur dengan doa, ingin menjadi aku yang baru. setiap pagi, aku masih aku yang lama—yang mencintaimu dengan terlalu.

9 months ago
0 notes | Comment

SEPOTONG CINTA DARI JOGJA

Jogjakarta, kota istimewa dengan kamu yang istimewa.

“Bolehkah aku menjadi bintang di hatimu?”. Kamu mengangguk. Ini malam yang menyenangkan di bukit bintang. Cahaya bertaburan di langit dan di bumi, ribuan bintang memamerkan cahaya bersaing dengan lampu jalanan jogja yang kemilauan.

Seminggu lalu kita berjumpa di Malioboro yang panas. Kamu adalah seorang gadis yang belanjaanya terjatuh dan aku adalah orang yang membantu membereskannya. Seperti di FTV saja, tangan kita bersentuhan lalu saling berpandangan. Aku tersenyum dan kamu tersenyum. 

“Aku Giar,”. “Aku Asa”. Dari sanalah semua bermula, lalu kita berjalan bersama menyusuri trotoar di bawah matahari kota jogja.

Dua hari kemudian kita berjanji untuk bertemu di Vito Cafe. Saat aku datang kamu telah menungguku disana.

“Aku telat ya?,” Tanyaku kemudian duduk di kursi kosong di depanmu. Kamu mengenakan gaun merah dan aku dengan kemeja hitamku, matching dengan warna hitam dan merah yang mendominasi Vito Cafe.

“Tidak, akunya aja yang datang kecepetan. Mungkin terlalu bersemangat ingin bertemu kamu,”. Kalimat ini bahkan sudah cukup mampu membuat aku ingi meloncat kegirangan. 

“Ah kamu bisa saja, kelihatan sekali gombalnya. Padahal kita baru kenalan lo,”. Ujarku seolah-olah aku tidak terkejut dengan kalimat yang kamu ucapkan tadi.

“Memangnya cinta kenal waktu?,” kamu menyerang jantungku sekali lagi. Jantungku berdegub kencang. Seorang pelayan datang dengan secangkir Hot Chocolate dan secangkir Vito Cofe Ice.

“Oh ya, maaf tadi aku pesan juga untuk kamu. Semoga kamu suka pilihanku.”. ternyata kamu  memesankan Vito Coffe Ice untukku. Sedotan pertama, rasanya manis, sejuk, dan lembut, seperti cinta yang datang tiba-tiba bertepatan dengan kesiapan hati menerimanya. 

“Aku rasa pilihanmu tepat, aku suka ini,” kataku yang kamu balas dengan senyuman manis.
“Pilihanku selalu tepat, termasuk saat aku memilihmu,”.  Entah mengapa kamu begitu terbuka tentang perasaanmu, tidak seperti wanita yang lain yang menganggap bahwa mengungkapkan perasaa adalah hak laki-laki. Kalau itu benar kasihan RA. Kartini yang memperjuangkan emansipasi.

“Kamu wanita yang cantik dan baik, aku juga menyukaimu. Tapi kurasa ini bukan waktu yang tepat. Terlalu tergesa-gesa. Jangan sampai ada penyesalan di antara kita. Ya, aku juga merasakan hal yang sama denganmu tapi aku memilih untuk menunggu waktu yang tepat. Untuk sekarang cukup kita saling tahu,”

“Baiklah Giar, aku rasa pendapatmu ada benarnya,” Kamu tersenyum lagi, aku bahkan bosan untuk menuliskan kata “senyum yang manis” karena ini sudah kesekian kalinya jantungku seolah-olah tiba-tiba berhenti berdetak saat kamu tersenyum.

“Kamu manis,” godaku sambil kembali menikmati Vito Coffe yang tinggal setengah.

“Juga ceroboh, menjatuhkan belanjaan ditengah keramaian orang,” katamu mengingatkanku pada kejadian dua hari sebelumnya. 

“Bila kamu tidak ceroboh mungkin kita tidak akan bertemu lagi malam ini,” .

“Kamu benar,”

Bukit Bintang, 20 Km dari Jogjakarta. Tempat yang katanya romantis.

“Bolehkah aku menjadi bintang di hatimu?”. Kamu mengangguk.  Lihatlah! Jutaan bintang berkerlip menjadi saksi saat cinta kita bersatu. Lihat pula di bawah sana, di Malioboro kita bertemu tanpa pernah tahu rencana Tuhan untuk menautkan hati dan hati hingga kita memutuskan untuk saling memiliki. Malam ini

9 months ago
0 notes | Comment

JATUH CINTA ITU GILA

Jatuh Cinta itu Gila
Saat Jatuh cinta kita terkadang kehilangan sedikit kewarasan kita
Saat jatuh cinta kadang kita bertindak tanpa berpikir matang
Yah, Cinta benar benar Gila
Kadang pula, saat jatuh cinta kita menjadi orang yang lebih kretaiv
Karena jatuh cinta, kadang kita lebih puitis
Karena Jatuh cinta pula kita menjadi punya banyak inisiatif
Tujuannya : Menarik hati sang pujaan hati
Jatuh cinta itu memang ajaib
Karena tanpa kita sadari, karena jatuh cinta kita mampu melakukan hal hal yang biasanya mustahil kita lakukan
 

Sedikit cerita, tentang pengalaman gw jatuh cinta.

Dulu, pas SD gw emang suka buat puisi, gw suka banget nulis, gw juga suka gambar. Namun sejak masuk SMP, gw mulai ninggalin semua hobby gw itu. entah kenapa, gw juga gak tahu. Pas Kelas 3 SMP gw ngalamin yang namanya jatuh cinta, dan ternyata benar, Jatuh Cinta membuat kita lebih kreatif.  Gw bisa lagi buat puisi. Gw ingat puisi yang pertama kali gw tulis setelah 3 tahun gak nulis adalah puisi yang gw kirim buat nembak si doi. Kebetulan gue masih nyimpan puisinya :
 

Cinta Dalam Mimpi

Aku terhempas
Aku tenggelam
Dalam sepi kabut malam
Mengharap tuk melepas sebuah kerinduan
Aku menghilang disebuahdunia
Menenggelamkan aku didasarnya
Memeluk aku dengan hangatnya
Merangkul aku dengan cinta
Kurasakan cinta itu menggerogoti hati
Bergelayut dijiwa yang sepi
Hingga saat malam mulai berganti
Ia merasuk kedalam mimpi
Sayang…
Maukah kau jadi pendampingku
Mengisi ruang kosong dalam hatiku
Menghiasinya dengan hangat cintamu
Walau sejenak dalam hidupku
Gue kasih bonus deh, kalimat yang gue tulis buat nembak dia :
*****,kuharap kau mengerti maksudku jadi tolong jawab dengan sejujur hatimu
Jangan ada yang disembunyikan dariku.
Karena sepatutnya kau tahu,betapa kau kuharap dalam hatiku. Tuk mengisi lorong-lorong rindu, tuk menghiasi perjalanan panjang hidupku.
Kuharap kau jadi pendamping hidupku walau sejenak kemudian hilang bersama waktu
.I Love U So Much
Gila!!! Ini benar benar gila, culun banget gw waktu itu.
Dan menulis puisi pun terus berlanjut. Gw sering buat kumpulan puisi yang gw post buat dia.
Kebetulan Hari ini gw agak bijak, gw mau bagi bagi Quote :
Cinta tak pernah masuk akal, karena cinta bukan pakai otak tapi pakai hati
 
 
 
 
Sekian.
 
 
 
Nicko Reynaldo
9 months ago
0 notes | Comment

aku menyemai bunga-bunga di dadaku. dari dadamu, ada yang berkunjung. sehimpun kupu-kupu bersayap indah.

9 months ago
0 notes | View comments

dari hujan yang usai di selembar puisi, aku melihat bunga-bunga yang runduk bertapa, mekar satu-satu. menengadah, menatap langit di atasnya.

dari hujan yang usai di selembar puisi, aku menemu satu dua bahkan tujuh berkas cahaya, menyembul dari huruf-hurufnya.

dari hujan yang usai di selembar puisi, aku mendengar angin melanggam sembilan bait rubaiyyat. larik teduh tentang janji musim-musim.

dari hujan yang usai di selembar puisi, aku mendapati seorang perempuan duduk meronce sisa-sisa rintik, sembari tersenyum tabah.

(dibulan juli, di satu hari seusai hujan)

9 months ago
0 notes | View comments

Aku Ingin Menjadi Malaikat!!!

Untuk kamu,
Berhari hari aku memikirkanmu
Entah kenapa aku benar-benar merasakan sesuatu yang beda denganmu
Hanya saja aku belum berani menyebut ini cinta
Aku benar benar ragu
Apakah ini sebatas empati ku
aku ingat saat pertama kali melihatmu
saat itu kau masih belum sembunyi di balik jilbabmu
dan kamu tahu?
Kini kau lebih cantik dengan kacamata hitam itu
Tanpa kau sadari, aku terkadang mencuri pandang kepadamu
Sesekali kau tersenyum
Dan aku menikmati indahnya lesung pipimu
Ketika kau menoleh ke arahku
Aku kembali pura pura sibuk dengan diriku
Kutahu kau sedang sakit
Tapi bagiku kau bukan wanita yang penyakitan
Kau mampu bertahan selama ini
Kau begitu kuat
Kau sering cerita,
Kau bosan harus terus minum obat
Obat tak merubah apa apa
Kau tetap sakit,
Sabarlah,
Semua itu akan berakhir
Yakinlah!!!
Tuhan Maha Penyayang,
Ia masih memberimu hidup
Kau tahu, kadang aku bermimpi
Yah, aku bermimpi
Jangat tertawa mendengarnya,
Aku bermimpi menjadi malaikat
Mungkin karena aku benar benar ingin menjadi malaikat
Aku ingin menjadi malaikatmu
Itulah kenapa aku selalu berusaha ada di saat kau butuh
Itulah kenapa aku gelisah
Saat kau tiba tiba melemah dan tak sadarkan diri
Kuingin memapahmu, kuingin memegang tanganmu
Kita bukan muhrim,
Yah itu benar sekali
“kamu bukan wanita penyakitan, tapi kamu adalah wanita yang kuat. Tuhan memberimu cobaan sekuat yang kamu bisa”
Bila kau bertanya : kenapa aku di beri sakit seperti ini?
Itu karena kau mampu menghadapi sakit ini
Mereka yangtidak diberi sakit sepertimu
Adalah mereka yang lemah
Tuhan tidak percaya mereka mampu sekuat kamu
Tuhan percaya padamu
9 months ago
0 notes | View comments

20 Puisi

SENDIRI
Sendiri lagi
Kuberdiri  dan tahu pasti
Duni takkan begini bila kau di sini
 Rembulan hiasi langit tak bertepi
Kubernyanyi namun tak bersuara lagi
Kemana kau?
Suara datangkan ia di sini
Sungguh telah tercipta seutas rindu
Yang menjerat sanubariku
Tanpamu
HARI ITU
Hari itu
Seperti mentari
Kumelihat cerah dalam tatap matamu
Hari itu
Seperti angin
Kumerasakan hembusan lembut dari hatimu
Hari itu
Seperti puisi
Kumendengar kau berujar lembut sekali
Hari itu
Kau benar-benar mencuri hatiku
TANYA
Entah apa itu?
Sesuatu yang menggetarkan hatiku  kala di dekatmu
Entah apa itu?
Sesuatu yang menjadikan aku merindu kala kau tak disisiku
Cintakah?
Hmmm„, aku tak percaya
Kutahu kita berbeda
Mungkinkah cinta tumbuh di hatimu?
Ah, aku juga tak peduli
Tokh siapapun kamu„, siapapun aku
Yang aku tahu, aku ingin selalu di dekatmu
KUTAHU, KUTAK PERCAYA
Bila malam
Kumendengar nyanyian kecil dari surga
Dan aku tak percaya
Karena kutahu, taka ada yang bernyanyi di sana
Bila malam
Kumelihat rembulan bercahya perak di angkasa raya
Namun aku tak percaya
Karena kutahu, itu bukan cahayanya
Aku tahu,
Bidadari yang bernayanyi itu ada disisiku, itu kamu
Cahaya itu adalah cahayamu
Winda
TANYAKU PADA TUHAN
Tuhan
Izinkan kubertanya
Kenapa kami kau ciptakan berbeda?
Tuhan
Sekali lagi kubertanya
Kenapa perbedaan menjadikan kami tak bisa bersama?
Tuhan
Sungguh kubersujud pada-Mu
Mengharap kebaikan kau anugerahi padaku
Padanya
Tunjukkan sesuatu yang kami sebut mukjizat
Karena kutahu
Engkau Maha Kuasa
SESUATU YANG AKU SEBUT ITU CINTA
Sesuatu yang kusebut cinta
Terkadang tak kukenali
Tak kupanggil ia  datang sendiri
Sesuatu yang kusebut itu cinta
Menjadikan aku sekuat baja
Lalu kadang rapuh tak kuasa
Sesuatu yang kusebut itu cinta
Menghadirkan kau untuk hidupku
Membuatku merasa bahagia
Namun entah kapan?
Aku pasti akan terluka
BILA KAU PERGI
Bila datang waktu
Saat kau tak disampingku
Izinkan aku menangis dalam kesendirianku
Biarlah mereka berkata apa
Yang aku tahu
Cinta telah menjadikan aku gila
Kutak peduli
Jika kau pergi mampukah aku tetap di sini
Kau semangat
Tetaplah disampingku
Selamanya
BERMULA
Bermula dari sesuatu yang kita sebut “facebook”
Bermula dari sesuatu yang kita sebut “sms”
Bermula dari sesuatu yang kita sebut “sahabat”
Bermula dari sesuaru yang kita sebut “cinta”
Ini masihlah permulaan, dan kubutuh jawaban
KALA KAU MENAGIS
Saat air matamu berderai
Tak tahu apa yang hendak kuucap
Telah lama kutak mendengar suara tangis
Hendak aku mengusap air mata itu
Tapi aku siapa?
Aku tak berharga untukmu
Aku tak berarti
Lalu bagaimana aku harus peduli?
Kugenggam tangamu kah?
Ah, aku tetap tak mengerti
JANGAN BIARKAN AKU MENANGIS
“lease don’t make me cry”
Telah habis air mata
Untuk sesuatu yang kusebut itu cinta
Sebelum ini
Kuingin aku mengerti
Terlanjur sudah aku menyimpan rasa
Jangan pergi, jangan pergi
Kutak tahu lagi bagaimana harus menangis
Biarlah kau tak kumiliki
Namun hati ini selalu menanti
Kuyakin dan aku percaya
Waktunya akan tiba bila Tuhan menunjukkan kuasanya
TENTANG KAMU
Saat kau tertawa
Kupandangi dan aku bahagia
Karena kutahu
Engkau baik-baik saja
Kutatapi kala kau sendiri
Kutak dapat membaca arti wajah itu
Ingin kudekati
Namun aku takut
Kesendirian terkadang begitu berharga
Aku percaya, kau mampu hadapi ini semua
SAAT KAU BERNYANYI
Di bawah pohon rindang
Kumendengar kau bernyanyi
Merdu sekali
Dapat kurasakan
Kau memanggil hatiku yang tengah merindu
Akan cinta yang tulus seperti dulu
Ku sadar kau makhluk ajaib
Tuhan mengutusmu untuk hidupku
Walau mungkin takkan lama
Namun kuyakin Tuhan inginkan aku bahagia
ITU KAMU
Yang menjadikan aku tegar sekokoh batu
Itu kamu
Yang membangkitkan aku dari keterpurukan
Itu kamu
Yang membuatku percaya keajaiban itu ada
Itu kamu
Yang menciptakan kebahagiakan
Itu Tuhan
Namun kebahagiaan ku
adalah kamu
 PERI
Tuhan kirim kamu
Sebagai peri penjaga hati
Namun aku tak mau diam sendiri
Kuberjanji, kujaga pula hatimu
TENTANG SEBUAH HARAPAN
Tak lelah ku akan berharap
Biar kau berpaling kutetap menanti
Kau tahu aku kokoh dalam cinta
Takkan kubergeming walau kau usir
Tak seperti Romeo
Aku bukan pemuja
Kumencintaimu dengan sederhana tanpa banyak bicara
Tak perlu aku mati
Ku tahu kau mengerti bahwa aku jatuh cinta
SAAT KAU TAK DISINI
Walau kau tak di sini
Indahmu dapat kulihat kala kubermimpi
Nyanyikan lagu-lagu cinta juga membaca puisi
Dengan seulas senyum kudapat membaca arti
Aku ada untukmu menanti
DALAM TAJAM MATAMU
Dalam tajam matamu
Indah dapat kurasakan
Tersimpan pesona yang memikat
Entah, akau tak tahu itu apa
Dalam tajam matamu
Kumengeja resah dan gelisah
Ada harapan yang tak tersampaikan
Dan aku tetap tak tahu itu apa
Dalam tajam matamu
Aku percaya
Kau hadir untuk aku jatuh cinta
SCIENTIFIC LOVE
Tak ingin aku berhipotesa tentang cinta
Menerka  variabel-variabel yang aku sendir tak memahami
Tak perlu pula kuanalisis secuilpun tentang cinta
Karena cinta itu nyata
Saat aku mengenalmu
IZINKAN AKU MENCINTAIMU
Izinkan aku mencintaimu sekali saja
Kuberjanji kau akan kujaga selamanya
Jika nanti kau tidak untukku
Kutahu luka itu sakit
namun aku siap walau asal kau bahagia
munafik?
Tidak!! karena kutahu itu yang terbaik
Percayalah, hati ini ada untuk belajar menjadikan diri lebih tangguh
Saat kau tiada
AKU DAN KAU
Detik berganti
Dan aku tak percaya
Kau disisiku sekarang
Bukan siapa-siapa memang
Namun entah mengapa
Kumerasa bahagia bila kita bersama
Kuberujar ini cinta
Namun apa daya, kita berbeda
Biarlah kutulis saja ini dalam diary
Kubaca sendiri, lalu kumenangis
Peduli apa kau?
Toh kau tak akan menjadi milikku selamanya
9 months ago
0 notes | View comments

Potongan Kisah Dari Novel Belum Berjudul

*) Cerita ini adalah satu bab dari novel yang udah di tulis sejak dua tahun lalu namun tidak jua selesai. 


Hidup tak pernah dapat kau tebak, kau takkan pernah tahu rencana tuhan untukmu hari ini. seperti aku, aku juga tak menyangka Shafa akan menemuiku hari ini. Awalnya Mia memintaku menunggunya di sini. Di sebuah warung tua yang sudah tak ditempati. Aku sebenarnya bingung, apa yang akan dilakukannya di tempat seperti ini. tapi menurutku itu urusan nanti. Yang penting aku datang dan menepati janji.
Pukul 08:30, aku masih sendiri. Belum ada tanda-tanda kehadiran Mia, aku gelisah. Mondar-mandir aku berkali-kali, aku semakin gelisah. 
Aku tercekat menahan nafas, dan shafa tersenyum.
“Oh tuhan!, betapa anggun makhlukmu yang satu ini.” Bisikku lirih. Kemudian aku terdiam, seluruh rangka tubuhku kaku bagai rangka Pithecantropus Erectus yang telah ratusan juta  tahun membatu. Nafasku turun naik, dadaku sesak dibuatnya. Ia masih tersenyum, hanya saja sepasang bola matanya tampak seakan memohon aku menghadirkan sepotong kata. Sayangnya nyali ini telah lumpuh.
“Ini benar-benar shafa kan?,” aku masih tak percaya, ia hanya membalas dengan senyum, seakan hendak memamerkan lesung pipit yang dalam di pipi kirinya yang begitu indah, sungguh sangat indah. Sejujurnya aku belum pernah menghadapi level keanggunan yang setinggi ini.  Akibatnya aku merasa semakin kecil di sini. Bertemu denggannya malah membuat aku merasa sangat tak pantas mencintainya. Aku merasa bagaimanapun juga ia akan senantiasa menjadi milik orang lain. Dan aku, aku hanya akan menjadi salah satu pengisi data, alamat, tempat dan tanggal lahir, serta hoby dan cita-cita pada buku diarynya yang kurasa sepekan lagi juga akan ia lupakan. Kulihat Mia terdiam seperti sedang menikmati sebuah adegan sinetron. Persis ibu-ibu yang jadwal tiap malamnya adalah menonton sinetron dari pukul tujuh sampai pukul sembilan malam. Ekspresinya campur aduk, heran, penasaran, tidak sabar dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Adegan masih berlanjut.
“Hei!, mengapa diam?” sepertinya Shafa tak tahan hanya mengumbar senyum.
“Kemarin lewat surat kukatakan aku jatuh cinta padamu, jadi bukankah kamu tahu aku sangat membutuhkan cintamu. Hari ini tiba-tiba kau hadir dan membuatku terpana. Siapkah kamu bertanggung jawab mengembalikan kewarasanku?” itulah sebenarnya kata-kata yang hendak ku ucap, sayangnya lagi-lagi lidahku kelu dibuatnya.
“Apakah benar-benar ini adalah seorang Amin? Seorang yang kemarin menyatakan cinta dengan sepucuk surat dan memintaku jadi kekasihnya. Kenekadanmu membuat aku terkagum-kagum  dan hari ini, setelah aku bertemu denganmu tak dinyana kamu itu tak lebih dari hanya seorang bocah ingusan pengecut. Berani di belakang, takut di depan.” Ia sengaja menggunakan kata bocah ingusan untuk memancingku. Aku hanya tersenyum.
“Benar Shafa! Sungguh benar apa yang engkau katakan, tapi apakah kau sangka aku senang dengan kepengecutanku ini, tidak shafa! Tidak sama sekali. Aku sangat ingin berubah, karena itulah aku belajar mengenalmu karena aku tahu kau mampu untuk itu. Aku tahu dan aku percaya Shafa!” hatiku memekik.
“Ada apa? kamu malu mengakui semua yang kukatakan?,”. aku yakin ia tidak pandai membaca pikiranku.
“Bukan begitu Shafa, aku hanya belum siap. Aku sungguh tak menyangka kamu ada di sini saat ini, tak kusangka Mia telah menipuku!”
“Jadi kamu tidak senang aku ada di sini, hingga kamu menyalahkan Mia sebegitunya. Kalau memang begitu lebih baik aku pergi,”
“Eits, kamu itu terlalu sensitif . aku hanya merasa belum siap bertemu denganmu,”
“Lalu apa maksudnya, Min?” shafa mendesak.
“Aku belum siap jika harus menemuimu hari ini, dengan keadaanku seperti ini aku takut engkau akan menyesal. Engkau menyesal mengenal seorang sepertiku. Dapat kau lihat, tidak ada yang istimewa padaku,”
“Tidak, kau begitu istimewa. Bagiku engkau hebat, Aku suka dengan keberanianmu,”.
”Keberanianmu?,”
”Ya!! Keberanianmu menyatakan cinta padahal kita belum pernah berjumpa sebelumnya,”
”Itu karena aku takut ditolak seandainya aku menyatakan cinta itu setelah kita bertemu,”
”Kau bohong!!! Aku tahu bukan itu alasanmu,”
”Lalu apa menurutmu?,”
”Engkau mencintaiku bukan karena fiskikku, cintamu itu murni karena sifat-sifat yang kau kenal dariku,”. Akh jawaban yang begitu cerdas ini semakin memukaukan diriku. Itulah sebenarnya alasan yang tercantum di hatiku. Bak peramal dengan tepat ia menebak isi hatiku. Sekali lagi ia menciptakan keajaiban. 
Begitulah selanjutnya kata demi kata meluncur. Semakin lama aku merasa perlahan ada seseorang yang membongkar kesendirianku, dengan kata-kata demi kata yang ia lesatkan aku merasa Shafa telah membawa lari hatiku semakin jauh.  .
“Jadi, bagaimana dengan hubungan kita selanjutnya?,” kutatap wajahnya dalam.
“Maaf !!! aku masih butuh waktu. Aku merasa semua ini terlalu cepat. Kita butuh tahu satu sama lain lebih dalam, bukan hanya sekedar sedalam kulit. Maaf ya, aku belum bisa. Aku takut jika terlalu cepat aku atau kamu akan kecewa,” jawabnya lirih.
“Ya sudahlah, aku mengerti,”.
“Baguslah kalau begitu, kau tunggu saja! aku pasti akan memberikan jawaban yang terbaik,” ia tersenyum. Dan senyumnya yang begitu indah itu membuat jantungku semakin berdegub kencang.
Siang itu
Kau hadir
Tersenyum
Indah sekali
Aku gila
Jatuh cinta padamu
Aku tak kuasa tuk berpaling
9 months ago
0 notes | View comments